Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang
diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan
manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih
Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara
diam-diam ke daerah lain.
Senin, 02 Juli 2012
Kisah Si Sigarlaki dan Si Limbat
Pada jaman dahulu di Tondano
hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Ia sangat terkenal
dengan keahliannya menombak. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya.
Sigarlaki mempunyai seorang
pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang
diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Meskipun
terkenal sebagai pemburu yang handal, pada suatu hari mereka tidak berhasil
memperoleh satu ekor binatang buruan. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Si
Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah
hilang dicuri orang.
Tanpa pikir panjang, si
Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka.
Si Limbat menjadi sangat terkejut. Tidak pernah diduga majikannya akan tega
menuduh dirinya sebagai pencuri.
Lalu Si Sigarlaki meminta Si
Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Caranya adalah Sigarlaki
akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Bersamaan dengan itu Si Limbat
disuruhnya menyelam. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Si
Limbat tidak mencuri. Apabila Si Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu
maka terbukti ia yang mencuri.
Syarat yang aneh itu membuat
Si Limbat ketakutan. Tetapi bagaimanapun juga ia berkehendak untuk membuktikan
dirinya bersih. Lalu ia pun menyelam bersamaan dengan Sigarlaki menancapkan
tombaknya.
Baru saja menancapkan
tombaknya, tiba-tiba Sigarlaki melihat ada seekor babi hutan minum di kolam.
Dengan segera ia mengangkat tombaknya dan dilemparkannya ke arah babi hutan itu.
Tetapi tombakan itu luput. Dengan demikian seharusnya Si Sigarlaki sudah kalah
dengan Si Limbat. Tetapi ia meminta agar pembuktian itu diulang lagi.
Dengan berat hati Si Limbat
pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Baru saja menancapkan tombaknya di
kolam, tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Iapun
menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Dengan demikian
akhirnya Si Limbat yang menang. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri.
Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting
besar.
Kisah Terjadinya Danau Toba
Pada jaman dahulu, hiduplah seorang
pemuda tani yatim piatu di bagian utara pulau Sumatra. Daerah tersebut sangatlah
kering. Syahdan, pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Pada suatu
hari ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Warnanya kuning keemasan.
Begitu dipegangnya, ikan tersebut berubah menjadi seorang putri jelita. Putri
itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu larangan. Ia akan berubah
menjadi sejenis mahluk yang pertama menyentuhnya. Oleh karena yang menyentuhnya
manusia, maka ia berubah menjadi seorang putri.
Terpesona oleh kecantikannya, maka
pemuda tani tersebut meminta sang putri untuk menjadi isterinya. Lamaran
tersebut diterima dengan syarat bahwa pemuda itu tidak akan menceritakan
asal-usulnya yang berasal dari ikan.Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut.
Setelah setahun, pasangan suami istri tersebut dikarunia seorang anak laki-laki.
Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang. Ia makan semua makanan
yang ada.
Pada suatu hari anak itu memakan
semua makanan dari orang tuanya. Pemuda itu sangat jengkelnya berkata: "dasar
anak keturunan ikan!"Pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari
isterinya.Dengan demikian janji mereka telah dilanggar.
Istri dan anaknya menghilang secara
gaib. Ditanah bekas pijakan mereka menyemburlah mata air. Air yang mengalir dari
mata air tersebut makin lama makin besar. Dan menjadi sebuah danau yang sangat
luas. Danau itu kini bernama Danau Toba
Kisah Silancang
Alkisah tersebutlah
sebuah cerita,
di daerah Kampar pada zaman dahulu
hiduplah si Lancang dengan ibunya. Mereka hidup dengan sangat miskin. Mereka berdua
bekerja sebagai buruh tani.
di daerah Kampar pada zaman dahulu
hiduplah si Lancang dengan ibunya. Mereka hidup dengan sangat miskin. Mereka berdua
bekerja sebagai buruh tani.
Kisah Aryo Menak
Dikisahkan pada jaman Aryo
Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat.
Ladang-ladang padi menguning.
Kisah Legenda Candi Prambanan
Di dekat kota Yogyakarta terdapat
candi Hindu yang paling indah di Indonesia. Candi ini dibangun dalam abad
kesembilan Masehi. Karena terletak di desa Prambanan, maka candi
Kisah Sangkuriang
Pada jaman dahulu,
tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia
mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut
sangat gemar berburu.
Langganan:
Postingan (Atom)