Rabu, 30 Juli 2014

Jika Kita Tidak Mencintai Alam Maka Kita Tidak Mencintai Diri Kita Sendiri



            Apa hubungan antara alam dan diri kita sendiri sehingga saya dapat mengatakan bahwa jika kita tidak
mencintai alam maka kita tidak mencintai diri kita sendiri….?   Berawal dari menonton acara ILK yang pada saat itu bertepatan dengan hari lingkungan hidup, maka tema kegiatannya pun mengenai
Lingkungan.
            Kita tahu bersama bahwa salah satu factor yang mempengaruhi derajat kesehatan yaitu Lingkungan. Dan lingkungan juga memberi dampak yang besar bagi kesehatan. Jika lingkungan disekitar kita baik, bersih, segar maka bisa dipastikan bahwa penghuninya akan sehat dan sebaliknya jika lingkungan kita kotor, akan mengundang timbulnya berbagai penyakit. Bukan hanya itu namun lingkungan yang tidak terawat akan menimbulkan bahaya yang menyebabkan terjadinya bencana alam. Oleh karena itu sebagai manusia kita harus menjaga lingkungan sekitar kita.
            Mencintai lingkungan sama halnya dengan mencintai diri kita sendiri. Ketika kita sakit, berbagi aktivitas kita tidak dapat kita laksanakan. Bekerja dikantor bagi orang tua, sekolah bagi pelajar, bermain bagi anak dan bahkan makan makanan yang enakpun terasa tidak tidak enak. Namun ketika kita sehat, apapun yang ingin kita lakukan pasti akan terasa enak. Sehingga  ada pepatah yang mengatakan bahwa “Kesehatan itu merupakan Mahkota yang hanya dapat dilihat oleh orang yang sakit”.
 Makna dari kata cinta adalah segala sesuatu yang mengarah pada kebahagiaan. Bagaimana kita mencintai diri kita jika kita sendiri yang menyebabkan  kita maupun orang-orang yang berada disekitar kita menjadi sakit dan berada dalam bahaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika kita mencintai alam, maka kita juga mencintai diri kita maupun orang-orang yang berada disekitar kita.
Mencintai lingkungan berarti menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan segar. Dimulai dari hal-hal yang paling kecil dan sederhana sampai pada hal-hal yang besar. Hal-hal yang kecil misalnya dengan tidak membuang sampah disembarang tempat tetapi buang sampah pada tempatnya. Selain itu dengan mendaur ulang sampah yang masih bermanfaat sehingga nilainya lebih tinggi dan memiliki nilai jual. Sedangkan menjaga lingkungan dengan hal-hal yang besar seperti menjaga hutan-hutan kita dari penebangan liar oleh pihak-pihak tertentu.
Kita bisa lihat di berita maupun surat kabar bahwa saat ini banyak bencara terjadi dimana, banyak saudara-saudara kita disana yang terkena penyakit disebabkan oleh polusi udara. Hal ini mengingatkan kita pada lirik dari salah satu lagu ciptaan Ebid G Ade. “Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan Bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada Rumput yang bergoyang”.
Dari lirik diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa alampun sama dengan manusia yaitu ingin dijaga dan diperhatikan. Alam pun juga bisa marah namun bisa juga tersenyum. Jika kita berbuat baik dengan menjada dan memelihara lingkungan sekitar, maka alampun akan tersenyum dengan memberikan berbagai macam keindahan dan kesegaran, namun jika kita jahat dan tidak menjaganya, maka alampun akan menangis dan marah sehingga bisa menimbulkan bencana yang dia sendiripun tidak menginginkannya. 


BY : Rahman  (Forkom KL FKM UMI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini