Senin, 14 Januari 2013

Protein






Disusun oleh Kelompok 3 Kelas L_2 :
1.    Baitur Rahman Merja         (141 2011 0334)
2.    Rian Alamsyah M.              (141 2011 0342)
3.    Mukhlis Ridha Pratama      (141 2011 0301)
4.    Muh. Asfar Sadik               (141 2011 0285)
5.    Andi Ikrar Suciawan           (141 2011 0422)
6.    Aldi                                      (141 2012 0464)



FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2012


KATA PENGANTAR

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
            Puji dan syukur kami panjatkan  kehadirat Allah SWT  karena atas berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelasaikan  makalah ini. Tak lupa Shalawat serta Salam atas junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah diutus kemuka bumi ini sebagai Rahmatanlil Alamin.
            Makalah ini disusun untuk mengetahui segala sesuatu yang menyangkut tentang Protein. Baik sumber, fungsi dan penyakit akibat protein. Dimana dalam makalah ini diharapkan lebih membuka wawasan berpikir dibidang terkait dengannya.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
            Semoga makalah ini memberikan informasi bagi kita semua dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Wallahu Waliyyut Taufiq Wal - Hidayah
           

                                                                                             Makassar, Oktober 2012

                                                                                                           
                                                                                                        Penyusun

 

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ………………………………………………………………
Kata Pengantar ………………………………………………………………...
Daftar isi ………………………………………………………………………...
BAB I Pendahuluan
A.   Latar Belakang …………………………………………………………
B.   Rumusan Masalah …………………………………………………….
C.   Tujuan …………………………………………………………………...
BABII PEMBAHASAN
A.   Pengertian Protein ………………..…………………………………...
B.   Fungsi Protein ………...………………………………………………..
C.   Sumber Protein ………………………………………………………...
D.   Kekurangan dan kelebihan Protein …………………………….……
E.   Penyakit Akibat Kekurangan Protein …………..…………………….
BAB III Penutup
A.   Kesimpulan ……………………………………………………………..
B.   Saran ……………………………………………………………………
Daftar pustaka ………………………………………………………………….
1
2
3

4
5
5

6
7
8
10
10

12
12
13

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar belakang
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon ,hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor  Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel  makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim  atau sub unit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi  sistem kendali dalam bentuk hormon  sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme  yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

B. Rumusan Masalah
1.  Apa yang dimaksud dengan Protein ?
2.  Apa Fungsi Protein ?
3.  Apa saja sumber Protein ?
4.  Keuntungan dan kekurangan Protein ?
5.  Penyakit akibat kekurangan Protein ?


C. Tujuan
1.  Untuk Mengetahui apa yang dimaksud dengan Protein
2.  Untuk Mengetahui struktur dari Protein
3.  Untuk Mengetahui fungsi Protein
4.  Untuk Mengetahui pengelompokkan Protein
5.  Untuk Mengetahui apa saja yang menjadi sumber Protein
6.  Untuk Mengetahui keuntungan dan kekurangan Protein
7.  Untuk Mengetahui penyakit apa saja yang akibat kekurangan Protein



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Protein
Kata tersebut protein datang dari kata Yunani ("prota"), yang berarti "arti penting yang utama." Protein-protein pertama digambarkan dan yang dinamai oleh ahli kimia Swedish Jöns Jakob Berzelius dalam 1838. Bagaimanapun, peran yang pusat dari protein-protein tinggal di dalam organisma-organisma tidak secara penuh diakui sampai 1926, ketika Yakobus B.Sumner menunjukkan bahwa urease enzim adalah suatu protein. Protein  yang pertama adalah hormon insulin, oleh Frederick Sanger, yang menang Hadiah Nobel untuk prestasi ini dalam 1958. Struktur-struktur protein yang pertama  dimasukkan hemoglobin dan mioglobin, oleh Max Perutz dan Tuan Yohanes Cowdery Kendrew, berturut-turut, dalam 1958. Tiga struktur dimensional kedua-duanya protein-protein pertama ditentukan oleh analisa diffraction sinar x; Perutz dan Kendrew  bersama mendapat 1962 Hadiah Nobel di Chemistry untuk penemuan-penemuan ini.
Protein adalah polimer linear yang dibangun dari 20 asam amino yang yang berbeda. Semua asam amino menguasai fitur struktural umum, termasuk satu karbon kepada satu gugus amino, suatu gugus karboksil, dan suatu rantai samping variabel terikat. Hanya prolina berbeda dengan hal ini struktur dasar karena berisi satu cincin, arena yang tidak biasa kepada kelompok amina N-end, angkatan yang separuh amida CO–NH ke dalam suatu yang diperbaiki. Rantai samping dari asam amino patokan, yang terperinci di dalam daftar asam amino yang standar, mempunyai kekayaan kimia yang berbeda bahwa menghasilkan tiga struktur protein dimensional dan kemudian kritis kepada fungsi protein. Asam amino di suatu rantai polipeptida terhubung oleh ikatan peptida membentuk di suatu reaksi dehidrasi. Begitu bersambung di dalam rantai protein, asam amino perorangan disebut suatu residu, dan rangkaian yang terhubung dari karbon, zat lemas, dan atom-atom oksigen dikenal sebagai tulang punggung rantai atau protein utama. Ikatan peptida mempunyai dua resonansi membentuk bahwa menyokong beberapa karakter ikatan rangkap dan menghalangi perputaran di sekitar poros nya, sehingga karbon-karbon alfa dengan perkiraan kasar sebidang. Yang lain dua sudut dua bidang di dalam ikatan peptida menentukan bentuk yang lokal yang diasumsikan oleh tulang punggung protein.
Protein, polipeptida, dan peptida adalah suatu kerancuan yang kecil dan tumpang-tindih di dalam maksud atau arti. Protein adalah secara umum digunakan untuk mengacu pada molekul biologi yang lengkap di suatu penyesuaian yang stabil, sedangkan peptida adalah secara umum  untuk suatu oligomer-oligomer asam amino yang pendek sering kali kekurangan suatu yang stabil tiga struktur dimensional. Bagaimanapun, batas antara kedua tidak baik menggambarkan dan biasanya kepalsuan dekat 20–30 residues. Polipeptida dapat mengacu pada setiap rantai linear yang tunggal dari asam amino.

B.  Fungsi Protein
Dalam kehidupan protein memegang peranan yang penting pula, inilah contoh penting protein:
1.  Katalis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalis oleh makromolekul spesifikyang disebut enzim. Sebagia reaksi seperti hidrasi karbon dioksida bersifat sederhana, sedangkan reaksi lainnya seperti replikasi kromosom sangat rumit. Enzim mempunyai daya katalik yang sangat besar, umumnya meningkatkan kecepatan reaksi sampai jutaan kali. Transformasi kimia in vivo sukar berlangsung tanpa kehadiran enzim. Ribuan enzim telah diketahui sifatnya dan banyak diantaranya telah dapat dikristalisasi. Fakta menunjukan bahwa hampir semua enzim yang dikenal adalah protein. Jadi protein merupakan pusat dalam menetapkan pola transformasi kimia dalam sistem biologis.
2.  Transport dan penyimpanan
Berbagai molekul dan ion ditransport oleh protein spesifik. Misalnya transport oksigen dalam eritrosit oleh hemoglobin; dan mioglobin suatu protein sejenis metransport oksigen dalam otot. Besi dalam plasma darah terikat pada transferin dan disimpan dalam hati dalam bentuk kompleks dengan feritin, dan protein yang lain lagi.
3.  Koordinasi gerak
Protein merupakan komponen utama dalam otot. Kontraksi otot berlangsung akibat pergeseran dua jenis filamen protein. Contoh lain adalah pergerakan kromosom pada proses mitosi dan gerak sperma oleh flagela.
4.  Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh adanya kolagen yang merupakan protein fibrosa.
5.  Proteksi imun
Antibodi merupakan merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri dan sel yang berasal dari organisme lain. Protein berperan penting untuk membedakan “aku” dan bukan “aku”.
6.  Membangkitkan dan menghantar inpuls saraf
Respon sel saraf terhadap rangsang sesifik diperantarai oleh protein reseptor. Misalnya rodopsin suatu protein yang sensitif terhadap cahaya ditemukan pada sel batang retina. Protein reseptor yang dipicu oleh molekul kecil spesifik seperti asetlkolin, berperan dalam trasnmisi inpuls saraf pada sinaps yang menghubungkan sel-sel saraf.
7.  Pengaturan tumbuhan dan diferensiasi
Pengaturan urutan ekspresi informasi genetik sangat penting bagi pertumbuhan yang beraturan serta diferensiasi sel. Hanya bagian kecil genom dalam sel yang akan diekspresikan pada suatu saat. Pada bakteri, protein reseptor merupakan elemen pengatur yang penting untuk meredam spesifik suatu DNA dalam suatu sel. Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan difrensiasi diatur oleh protein faktor pertumbuhan. Misalnya, faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pwertumbuha jaringan saraf . aktifitas sel-sel yang berbeda pada organisme multi sel dikoordinasi oleh hormon. Banyak hormon seprti insulin dan TSH (Thyroid-stimulating hormone) merupakan protein. Protein dalam sel berperaan dalampenguras arus energi dan unsur-unsur.

C.  Sumber Protein
Kita memperoleh protein dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Beberapa makan sumber protein ialah daging, telur,susu, ikan,beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan. Beberapa bahan makanan yang mengandung protein serta kadar proteinnya dapat dilihat ditabel.

No
Nama bahan makanan
Kadar protein(%)
1
Daging ayam
18, 2
2
Daging sapi
18,8
3
Telur ayam
12,8
4
Susu sapi segar
3,2
5
Keju
22,8
6
Bandeng
20,0
7
Udang segar
21,0
8
Kerang
8,0
9
Beras tumbuk merah
7,9
10
Beras giling
6,8
11
Kacang hijau
22,2
12
Kedelai basah
30,2
13
Tepung terigu
8,9
14
Jagung kuning
7,9
15
Pisang ambon
1,2
16
Durian
2,5

Tumbuhan membentuk protein dari CO2, H2O dan senyawa nitrogen. Hewan yang makan tumbuhan mengbah protein nabati menjadi protein hewani. Di samping digunakan untuk pembentukan sel-sel tubuh, protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kita kekurangan karbohidrat dan lemak. Komposisi rata- rata unsur kimia yang terdapat dalam protein ialah sebagai berikut: karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 16%, belerang 0-3%, dan fosfor 0-3%. Dengan pedoman pada kadar nirogen sebesar 16%, dapat dilakukan penentuan kandungan protein dalam suatu bahan makanan.unsur nitrogen ditentukan secara kuantitatif, misalnya dengan cara Kjeldahl, yaitu dengan cara dekstruksi dengan asam pekat. Berat protein yang ditentukan ialah 6,25 kali berat unsur nitrogen.

D.  Keuntungan dan Kekurangan Protein
1. keuntungan protein
Protein mempunyai fungsi unik bagi tubuh, antara lain:
a.    Menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh,
b.    Mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh,
c.    Memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak.
d.    Sumber energy
e.    Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
f.     Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibody
g.    Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel

2. Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita.Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh.Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
• Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
• Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.

E.  Penyakit akibat kekurangan Protein
Penyakit yang terjadi akibat kekurangan protein paling banyak ditemukan di Negara miskin. Kekurangan protein juga mempengaruhi orang-orang yang lahir dengan kelainan genetik untuk memproduksi protein tertentu, dan orang-orang dengan penyakit yang menyebabkan mereka kehilangan nafsu makan dan gangguan pada otot. Di Negara maju seperti Amerika yang terjadi malah sebaliknya. Kelebihan protein akibat konsumsi makanan hewani berlebih. Bahkan para ahli di Amerika menyakini bahwa rata-rata orang Amerika mengkonsumsi 50 persen lebih besar protein dari yang dibutuhkan tubuh.
Penyakit akibat kekurangan protein banyak jenisnya, misalnya penyusutan jaringan otot, kehilangan berat badan, penumpukan cairan, anemia, denyut jantung sangat rendah, juga termasuk penyakit pigmentasi pada kulit. Salah satu efek yang berbahaya dari kurangnya protein adalah timbulnya penyakit muka tua yang disebabkan oleh kekurangan protein dan karbohidrat di saat bersamaan.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
·      Penyakit kekurangan protein atau biasa disebut kwashiorkor.
Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan parah protein dalam diet yang mengandung kalori sebagian besar dari karbohidrat seperti ubi, beras dan pisang. Umumnya penderitanya adalah anak kecil yang tidak mendapat asupan nutrisi protein yang cukup pada masa pertumbuhannya. Menurut University of Maryland Medical Center orang dengan kwashiorkor muncul bengkak di daerah perut dari retensi cairan. Gejala umum dari kedua marasmus dan kwashiorkor adalah kelelahan, cepat marah, diare, pertumbuhan terhambat dan gangguan kognisi dan kesehatan mental.
·         Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus .
Marasmus (seluruh badan menjadi lemah) adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan kalori cukup parah yang mempengaruhi bayi dan anak-anak, sering mengakibatkan penurunan berat badan dan dehidrasi. Marasmus dapat berkembang menjadi kelaparan dan kematian yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting. Orang dengan marasmus terlihat kurus dengan sedikit jaringan otot.
·         Kekurangan protein C
Salah satu protein yang sangat penting bagi tubuh dan sangat berbahya bila tidak ada adalah protein C. Protein C berkaitan dengan pembekuan darah. Protein bisa dengan mudah ditemukan pada berbagai macam jenis makanan apalagi Indonesia terkenal dengan makanan tempe yang kaya akan protein.



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Protein adalah senyawa organik kompleks yang mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Fungsi protein: katalisis enzimatik, transportasi dan penyimpanan, koordinasi gerak, penunjang mekanis, proteksi imun, Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf, Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi.
Keuntungan dan kekurangan protein bagi tubuh:
Keuntungan protein: Menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh, Mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh, Memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak.Sumber energy, Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan, Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibody, Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.
Kekurangan Protein yaitu, kerontokan rambut, yang paling buruk ada yang disebut dengan kwasiorkor, penyakit kekurangan protein, kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian

B.  Saran
Agar tubuh kita selalu sehat, makanlah makanan yang bergizi yang mengandung protein secukupnya. Jangan berlebihan juga jangan kekurangan. Kerena kelebihan dan kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan bagi tubuh kita.
Semoga makalah ini dapat menjadikan tambahan ilmu bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya . Namun , penulis juga membutuhkan kritik yang membangun untuk menjadikan tambahan ilmu bagi poenulisnya .



DAFTAR PUSTAKA


Ngili Yohanis. 2010. Biokimia Dasar. Rekayasa Sains. Bandung

Poedjiadi Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia

Sadikin Mohamad dkk. 1996. Biokimia Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

Bagi teman" yang mengcopy makalah ini harap mencantumkan sumbernya :
www.rahmandtb.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini