Rabu, 23 Maret 2016

Menanti Rembulan

            Sekian lama udah ngga ngpost lagi, akhirnya bisa menulis lagi di blog kesayanganku ini. hehehehe. kali ini saya akan posting sebuah puisi karanganku sendiri khusus buat seseorang yang masih rahasia sih namanya. Tapi kalo dia yang baca puisi ini pasti dia akan senyum-senyum sendiri dan berkata dalam hati. "ini buat saya" hehehhe. belajar Geer dulu lah.
langsung aja yah.


Menanti Rembulan
Karya : Rahman

Ketika mentari bersinar di pagi hari, penampakannya begitu indah
Memanjakan setiap insane untuk memandangny
Silau seberkas cahaya yang muncul dari kejauha
Menandakan awal sebuah hari untuk beraktifitas
Sinar mentari bersinar sepanjang hari menerangi bumi
Ketika mentari akan tenggelam,
Iapun akan menampakkan keindahan disore hari
Begitu indah tampilan sang surya yang dapat dilihat dengan mata
Perlahan-lahan mentari yang bulat dan kuning tersebut tenggelam
Dari keindahan menyisakan kegelapa.
Begitulah mentari yang memberikan keindahan, penerangan, keindahan kemudian kembali pada kegelapan
Saat mentari tenggelam dan menyisakan kegelapan
Disitulah saat yang selalu kun anti
Yaitu munculnya rembulan dikala mentari telah terbenam
Rembulan yang begitu indah
Tak begitu terang namun mampu memancarkan sedikit cahayanya hingga ke bumi
Ketika memandang rembulan, hati begitu tenang dan nyaman, serasa ingin menatapnya sepanjang malam.
Wujud dari sang rembulan tersebut kini telah hadir dalam wujud seorang insan manusia
Seseorang yang begitu menyenangkan dan dapat menciptakan kenyamanan di hati
Seseorang yang selalu ku rindu bagaikan merindukan sang rembulan

Seseorang itulah yang kini kusebut dengan “Dirimu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini