Sabtu, 26 Juli 2014

Orang Kampung



Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita lucu ya meskipun ga lucu-lucu amat. Jadi gini ceritanya. Pada suatu malam saya dan teman saya akan pergi kerumah dosen untuk
mengumpul kan tugas pengganti  final mata kuliah Manajemen Penyehatan Makanan dan Minuman. Hamper semua tman satu kelas tidak ada yang lulus mata kuliah tersebut. Menurut Bapak Nirwan (nama Dosennya) “dari semua mahasiswa kelas LW5, hanya 3 orang saja yang lulus itupun lulus dengan nilai C.
Kalo menurut teman-teman,  cara mengajarnya pak Nirwan itu sudah sangat bagus. Itu karena Pak Nirwan ini merupakan salah satu mahasiswa terbaikknya  Poltekes makanya beliau dipanggil langsung oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk bekerja disana. Dan saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian Surveilans dan Epidemologi Penyakit. Namun yang bikin semua teman-teman tidak ada yang lulus yaitu menurut teman-teman nih soalnya banyak sekali. Bayangin aja, soalnya Issay semua dan 10 nomor. Dan setiap 1 nomor terdiri dari a, b, c, d dst. Bias kebayang kan pusingnya mau jawab yang mana. Slide materinya pun tak kalah banyak. Andaikan disuruh open book, saya ga’ yakin kita semua bias selesaikan smua soalnya tepat waktu.
Saat itu saya pergi bersama salah satu teman saya inisialnya “D” untuk menemani saya setelah hamper 2 bulan belum dikumpul itu tugas. Saya janjian dirumah si D malam setelah magrib. Dan ternyata dirumahnya ada temnnya. Ya tman saya juga inisialnya “A” bersama dengan teman cowoknya, kayanya pacarnya deh. Tapi karena sudah janjian mau tidak mau si D harus ikut. Jadinya kita tinggalin aja tuh SI A dan pacarnya dirumahnya D. jadilah saya dan si D berangkat menggunakan motor kesayangan saya. Panggil saja namanya si Tio Hijau. Hahahha…..
Karena semua yang saya punya harus bermanfaat, maka bukan hanya motor yang dipake namun hp pun dipake. Heheh untuk cari alamat rumahnya kan diantara kita tidak ada yang tau rumah nya bapak. Tapi karena adanya teknologi GPS kami bisa sampi ke alamat yang dituju. Setelah sampe dialamatnnya kami malah kebingungan  dimana sebenarnya rumah pak Nirwan ini. Alhasil hamplir 3x kami bolak balik dan tidak menemukan rumahnya. 
Karena bingung, maka kami berhenti sebentar sambil bertanya-tanya pada warga sekitar. Namun tidak ada yang mengetahui. Saat itu pak Nirwan sedang ada kegiatan diluar kota. Tetapi menyuruh saya untuk memberikan tugasnya pada istrinya saja.  Saya lalu menelpon pak Nirwan dan menanyakan alamatnya yang pasti lalu pak Nirwan menyebut Nama mertuanya yang merupakan nama mertuanya dan juga merupakan dokter yang terkenal yaitu Dr. Jayalangkara. Setelah itu kami bertanya” kembali dan ternyata rumah tersebut berada sangat dekat dengan tempat kami beristiraha tadi hanya saja rumahnya aga masuk kedalam.
Awalnya kami tidak percaya karena kelihatan dari luar macamnya tidak ada rumah di dalam dan keadaan didalam terlihat angker. Dengan sedikit memberanikan diri kami mencoba memasuki pagar tersebut dan kagetlah kami ketika melihat mobil berjejer dan juga motor yang berjejer disekitar rumah itu. Kami menuju pintu ruang tamu, mengetok pintu dan mengucapkan salam “Assalamualaikum”. Kedengarannya banyak orang didalam namun tidak ada yang membuka pintu. Berkali-kali kami mengetok pintu dan mengucap salam sampai tangan sakit dan suara hamper hilang. Kami berhenti sejenak dan kemudian kembali mengetuk dan mengucap salam. Namun tidak ada yang membuka pintu. Lalu kembali saya menelpo pak Nirwan dan memberitahukan  bahwa kami sudah berada didepan pintu dan tidak ada orang dirumah. Lalu pak Nirwa menelpon Istrinya. Tak lama kemudian keluar seorang ibu yang cantik yang merupakan istri dari pak Nirwan..
Ibu          : Eh, Mahasiswanya bapak ya ?
Saya       : Ia bu, ini mau kumpul tugas dari Bapak.
Ibu          : Sudah lama disini
Saya       : Ia bu sudah dari tadi. Kami ketok-ketok pintu dan mengucap salam, namun tidak ada
yang mendengar mungkin.
Ibu          : Oh kenapa tidak tekan bel, itu ada bel disana (Sambil menunjuk kearah bel)
Saya       : Oh, ternyata ada bel. (coba dikasih tau dari tadi bu’)

Diperjalanan pulang, saya dan si D tertawa sendiri mengingat kejadian tadi. Dasar Orang Kampung.
Heheheheheheheheh

By. Rahmand Blogz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini